Kamis, 06 April 2017

Sejarah singkat tentang SMK Pasundan 1 Kota Serang



Hasil gambar untuk logo smk pasundan 1 kota serang 


      Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pasundan 1 Serang didirikan pada tanggal 17 juli 1984 oleh panitia pendiri yang terdiri dari :
Ketua                       : Drs. H. Arifien. N.S
Sekretaris                : Nurachidyat, B.Sc.
Bendahara               : Drs. H. Sunardi, S.Pd. MM.
Anggota                  : 1. Dra. Hj. Cucu Supriatin
                                  2. Drs. H. Halili
                                  3. H. Djumeno, BA
                                  4. Hj. Heny St. Herzami, S.Pd.

      Pada waktu pertama kali didirikan sekolah ini bernama Sekolah Menengah Ekonomi Tingkat Atas (SMEA) Pasundan Serang di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah (YPDM) Pasundan yang berkedudukan di Jl. Sumatra No.41 Bandung. Dengan izin pedirian diperoleh tahun 1986 dari kepala Kanwin Dikbud Propinsi Jawa Barat dengan KS No. 546/02/Kep/E/86 Tgl 1 November 1986.

      Selama kurun Waktu 1984-2007 SMEA/SMK Pasundan 1 Serang telah beberapa kali diakreditasi oleh tim akreditasi Dikbud/BASNAS dengan hasil peringkat/jenjang akreditasi sebagai berikut :

Tahun 1987 jenjang akreditasi TERDAFTAR, SK Dirjen Dikdasmen tgl. 1 juli 1987

Tahun 1989 jenjang akreditasi DIAKUI, dengan SK, Dirjen Dikdasmen tgl.17 Februari 1989 No.B02.130

Tahun 1994 jenjang akreditasi DIAKUI, SK, Dirjen Dikdasmen tgl. 17 januari 1994 No. B02. 385(U).

Tahun 1999 jenjang akreditasi Disamakan, SK, Dirjen Dikdasmen tgl. 27 September 1999 No. A02 721(U).

Tahun 2005 peringkat akreditasi B (Baik) ketetapan ketua BASNAS Propinsi Banten tgl. 18 April 2005 No. 28.00.Mk.0004.05.
       Berdasarkan keputusan Kepala Kanwil Dikbud Propinsi Jawa Barat, pada tahun 1997 SMEA Pasundan Serang berganti nama menjadi SMK Pasundan 1 Serang di bawah naungan YPDM Pasundan dengan No. identitas Sekolah (NIS) 400090 dan No. Statistik Sekolah (NSS) 4022280402009.

sumber : 
http://smkpas1srg.sch.id/profil-sekolah-2-sejarah-smk-pasundan-1-kota-serang.html

Minggu, 20 Maret 2016

pendidikan

pendidikan

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.[1] Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.

Filosofi pendidikan

Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.
Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya.
Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

Fungsi pendidikan

Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
  • Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
  • Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
  • Melestarikan kebudayaan.
  • Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
Fungsi lain dari lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
  • Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
  • Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
  • Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.
  • Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
  • Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
  • Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
  • Menjamin integrasi sosial.
  • Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
  • Sumber inovasi sosial
  •          
  • sumber  : https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan